Penilaian Pembelajaran IPS


Assalamu'alaikum Wr. Wb
Salam Semangat selalu....
Alhamdulillah pelaksanaan ujian IPS telah selesai dilaksanakan, mudah-mudahan ananda sekalian mendapat nilai yang bagus. Oia, dikarenakan telah selesainya pelaksanaan ujian kenaikan kelas, tentunya bapak sebagai guru IPS mengucapkan mohon maaf jika selama mengajar dikelas maupun secara online terdapat kata-kata serta materi yang kurang berkenan dihati ananda sekalian. Mudah-mudahan ananda semua naik kelas dan bapak berharap lebih giat lagi dalam belajar dikelas 8 nantinya. 
Demi perbaikan pembelajaran untuk kemudian hari, bapak berharap agar ananda sekalian dapat mengisi formulir yang bapak berikan, dengan cara mengklik pada link dibawah ini:

Silahkan Klik:

Akhirnya bapak ucapkan terimakasih, semangat terus dalam belajar, dan jangan lupa tetap beribadah dimanapun ananda berada.

=====  Wassalam dan Sampai Jumpa  =====




Masa Perkembangan Hindu-Buddha dan Islam di Indonesia

Assalamu'alaikum wr.wb
Salam semangat selalu...
Apakabar ananda sekalian? mudah-mudahan selalu berada dalam lindungan-Nya..
Nah..untuk pertemuan terakhir semester II ini, bapak menggabungkan 2 materi sejarah yaitu mengenai perkembangan Hindu-Buddha dan Islam.
Penyebaran Hindu-Buddha dan Islam dilakukan melalui kegiatan perdagangan dan pelayaran dengan menempuh jalur darat/jalur sutera serta jalur laut (melalui kegiatan pelayaran).

Penyebaran Hindu-Buddha di Indonesia


Pada permulaan tarikh masehi, pada Benua Asia terdapat 2(dua) negeri besar yang tingkat peradabannya itu dianggap sudah tinggi, yaitu India dan juga Cina. Kedua negeri tersebut menjalin hubungan ekonomi serta juga perdagangan yang baik. Arus lalu lintas perdagangan serta juga pelayaran berlangsung dengan melalui jalan darat serta laut.

Salah satu jalur lalu lintas laut yang dilalui oleh India-Cina ialah Selat Malaka. Indonesia terletak di jalur posisi silang dua benua serta juga dua samudera, dan juga berada di dekat Selat Malaka mempunyai keuntungan, yakni :
  1. Sering dikunjungi oleh bangsa asing, seperti India, Cina, Arab, serta juga Persia,
  2. Kesempatan untuk dapat melakukan hubungan perdagangan internasional terbuka dengan lebar,
  3. Pergaulan dengan bangsa-bangsa lain juga akan semakin luas,
  4. Pengaruh dari bangsa asing masuk ke Indonesia, seperti Hindu-Budha.
Keterlibatan bangsa Indonesia didalam kegiatan perdagangan serta pelayaran internasional yang menyebabkan timbulnya percampuran budaya. India adalah negara pertama bangsa yang memberikan pengaruh kepada Indonesia, yakni didalam bentuk budaya Hindu.
Teori Masuk Hindu Budha Indonesia
Perkembangan ajaran Hindu-Budha di Indonesia tidak terlepas dari letak strategis Indonesia yang menjadikannya sebagai daerah dengan banyaknya orang asing yang ingin melakukan perdagangan di Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut, maka disebarkanlah ajaran-ajaran termasuk di dalamnya ajaran Hindu-Budha. Ajaran Hindu-Budha telah banyak mewarnai kehidupan di negeri ini. Akan tetapi, proses pasti dari masuknya agama Hindu-Budha di Indonesia masih belum terkuak. Ada beberapa teori yang dikemukakan oleh para ahli sejarah perihal masuk dan berkembangnya agama Hindu-Budha di Indonesia. Teori tersebut adalah :
  • Teori Brahmana
    Teori ini dikemukakan oleh J.C.Van Leur. Dia berpendapat bahwasanya ajaran agama Hindu-Budha di Indonesia dikembangkan oleh para kaum Brahmana (golongan pemuka agama) dari negeri India. Hal ini didukung dengan penemuan-penemuan prasasti di Indonesia yang hampir semuanya menggunakan huruf Pallawa atau Sansakerta. Di India, aksara dan bahasa Pallawa maupun Sansakerta hanya dikuasai oleh kaum Brahmana. Selain dari bukti prasasti yang menjadi bukti teori Brahmana, terdapat satu lagi hal yang menjadi bukti pendukung teori ini, yaitu kebiasaan ajaran Hindu di Indonesia hampir sama dengan ajaran Hindu di India. Di dalam ajaran Hindu, pengajaran agama yang baik dan benar hanya boleh dilakukan oleh kaum Brahmana, dikarenakan mereka mempunyai ilmu yang cukup untuk menyebarkannya. Para kaum Brahmana dari negeri India diundang oleh para ketua suku di nusantara untuk mengembangkan dan mengajarkan ajaran agama Hindu-Budha di Indonesia. Pada saat itu, di Indonesia masih menganut kepercayaan animisme dan dinamisme.
  • Teori Waisya
    Teori ini berpendapat bahwa ajaran agama Hindu-Budha di Indonesia dibawa masuk dan berkembang berkat peran dari penganut agama dari golongan Waisya (pedagang) yang merupakan mayoritas penduduk di India. Para pedagang ini selain melakukan perdagangan di Nusantara, juga menyebarkan paham agama Hindu-Budha di Indonesia. Pada zaman tersebut, pelayaran masih sangat ditentukan oleh musim angin atau tidak. Saat musim angin tidak ada, maka para pedagang dari India tidak bisa kembali ke daerahnya dengan menggunakan kapal-kapal. Maka pada saat itu, mereka menetap sementara di wilayah nusantara sampai musim angin tiba. Diantara kegiatan mereka pada saat menetap ialah menyebarkan kepada penduduk pribumi ajaran agama Hindu-Budha. Teori ini dikemukakan oleh N.J.Kroom.
  • Teori Ksatria
    Dalam teori ini yang dikemukakan oleh C.C.Berg, Mookerji, dan J.L.Moens ini berpendapat bahwasanya ajaran agama Hindu dan Budha di Indonesia dibawa oleh kaum golongan ksatria. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari sejarah perkembangan agama Hindu Budha di India. Saat itu di India, terjadi perebutan kekuasaan antara golongan penguasa kerajaan di India. Oleh karena itu, para golongan ksatria yang kalah perang harus melarikan diri ke daerah-daerah lain, tidak terkecuali Indonesia. Di Indonesia, mereka berusaha mendirikan kelompok-kelompok dan pada akhirnya mendirikan sebuah kerajaan yang bercorak Hindu-Budha seperti pada daerah asalnya. Dalam perkembangannya, mereka juga menyebarkan ajraan gama Hindu-Budha kepada masyarakat lokal tempat kerajaan itu berdiri.
  • Teori Arus Balik (Nasional)
    Dalam teori ini, penyebaran agama Hindu-Budha di Indonesia tidak terlepas dari pastisipasi aktif penduduk nusantara dalam menyebarkan ajaran ini. Pada saat pertama kali dikembangkan oleh para pemuka agama Hindu-Budha dari negeri India, mereka tertarik dan pada akhirnya berusaha mempelajari ajaran tersebut ke negeri asalnya, yaitu India. Para penduduk lokal berangkat ke India untuk mempelajari langsung ajaran-ajaran yang dipraktekkan di dalam agama Hindu-budha. Jika dirasa sudah cukup, maka mereka pulang ke Indonesia dan menyebarkan ajaran yang telah mereka dapatkan dengan masyarakat lainnya. Teori ini dikembangkan oleh F.D.K Bosch

Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia

Setelah masuk dan berkembangnya agama Hindu-Buddha di Indonesia, maka sebagian masyarakat kita ada yang memeluk agama tersebut, sebagian juga masih mengikuti kepercayaan dari leluhur yang berupa animisme dan dinamisme. Percaya kepada roh-roh leluhur yang diyakini bisa mendatangkan kekuatan ghaib dinamakan dengan animisme, sedangkan percaya kepada benda-benda tertentu yang dianggap bisa mendatangkan kekuatan ghaib dinamakan dengan dinamisme. Ada lagi 1 kepercayaan yang diyakini masyarakat yaitu totenisme (khusus di India) yaitu percaya kepada hewan-hewan yang dianggap keramat yang merupakan jelmaan dari dewa mereka seperti ular, gajah, harimau,dll.
Supaya lebih mudah dalam mengatur dan memperluas penyebaran Hindu-Buddha, maka didirikanlah kerajaan. Di Indonesia banyak sekali berdiri kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha diantaranya:
  • Kerajaan Kutai; merupakan kerajaan pertama di Indonesia yang berlokasi ditepi sungai mahakam, Kalimantan timur.
  • Kerajaan Tarumanegara; merupakan kerajaan pertama di daerah jawa dengan raja yang terkenal bernama purnawarman.
  • Kerajaan Sriwijaya; adalah kerajaan terbesar pertama berlokasi di sumatera selatan dengan raja yang terkenal bernama Bala Putra Dewa. Sriwijaya merupakan pusat penyebaran Buddha di Asia Tenggara.
  • Kerajaan Mataram Kuno/lama; terdapat 2 dinasti (kerajaan kecil) yaitu dinasti Sanjaya yg beragama Hindu dan dinasti Saylendra yang beragama Buddha. Meskipun berbeda agama, sejarah mencatat bahwa kehidupan umat beragama sangat baik, akur, dan toleransi antar sesama. Candi Borobudur selesai dibangun pada masa dinasti Saylendra yaitu pada masa raja Samaratungga.
  • Kerajaan Medang Kumulan; Pendirinya bernama empu Sindok yang sekaligus menjadi raja pertama dikerajaan ini, akan tetapi raja yang terkenal berikutnya yang membawa nama kerajaan ini dikenal luas yaitu bernama raja Air Langga.
  • Kerajaan Kediri; Muncul kerajaan ini berawal dari pembagian 2 kerajaan oleh raja Air Langga untuk 2 orang putra beliau guna menghindari peperangan diantara mereka. Adapun raja yang terkenal bernama Jaya baya.
  • Kerajaan singhasari; Sejarah mencatat kerajaan ini banyak diwarnai pemberontakan dan pembunuhan. Raja yang terkenal bernama Kertanegara.
  • Kerajaan Majapahit; Ini merupakan kerajaan terbesar ke dua wilayah kekuasaannya setelah kerajaan Sriwijaya. Raja yang terkenal bernama Hayam Wuruk yang dibantu oleh panglima sakti bernama Gajah Mada. Peristiwa penting berupa; terjadinya Sumpah Palapa dan perang Bubutan.
Demikian kerajaan terkenal yang bercorak Hindu-Buddha di Indonesia, disamping itu masih banyak lagi kerajaan-kerajaan kecil yang bercorak Hindu-Buddha di Indonesia.

Peninggalan Hindu-Buddha di Indonesia

Adapun peninggalan Hindu-Buddha di Indonesia sangatlah banyak, hampir meliputi semua aspek kehidupan. Namun disini bapak hanya menampilkan yang umumnya saja. Peninggalan Hindu-Buddha dapat kita jumpai diantaranya berupa: kerajaan-kerajaan, candi, stupa, petirtaan, patung, prasasti, gapura, dan kitab-kitab.

=======================================================================================

Penyebaran Islam di Indonesia



Setelah Agama Hindu-Buddha berkembang di Indonesia, maka masuklah penyebaran Islam yang dibawa oleh para pedagang dari Arab, Gujarat (India), dan Persia melalui jalur laut yang bermuara di selat Malaka (Malaysia). Cara penyebarannya melalui kegiatan perdagangan dan pelayaran. 
Penyebaran islam di Indonesia tidaklah mudah, dikarenakan masyarakat kita sudah sangat kental dengan budaya Hindu-Buddha. Penyebaran keberbagai daerah dilakukan oleh ulama, sunan dan kyai. Menurut sejarah, Islam pertama kali masuk didaerah Sumatera, kemudian baru penyebarannya ke berbagai wilayah. Penyebaran islam dilakukan dengan sabar, peduli, santun dan mengambil simpati dari masyarakat sehingga banyak yang mengikuti agama ini. Salah satu kemudahannya yaitu: jika ingin masuk islam cukup dengan mengucapkan 2 kalimat Syahadat, tanpa adanya proses keagamaan yang memakan biaya dan waktu. Untuk didaerah Jawa penyebaran dilakukan oleh para Wali songo. Penyebaran islam terjadi mulai abad 7 M - 13 M.

Kerajaan Islam di Indonesia

Supaya lebih mudah dalam mengawasi kegiatan ekonomi, maka didirikanlah kerajaan yang  bercorak islam. Hampir semua kerajaan berlokasi ditepi laut dan sungai. Berikut kerajaannya:
  • Kerajaan Samudera Pasai; merupakan kerajaan pertama di Indonesia yang bercorak islam, raja yang terkenalnya bernama Meurah Silu dengan gelar sultan Malik al Shaleh.
  • Kerajaan Aceh; Raja yang terkenal bernama Sultan Iskandar Muda.
  • Kerajaan Demak; merupakan kerajaan islam pertama di pulau Jawa yang sekaligus menjadi pusat penyebaran Islam dipulau Jawa. Raja yang terkenalnya bernama Sultan Trenggana.
  • Kerajaan Banten; Raja yang terkenal bernama sultan Ageng Tirtayasa pada tahun 1651-1682.
  • Kerajaan Makassar; terdiri dari 2 kerajaan yaitu Goa dan Tallo. Raja yang terkenal bernama Sultan Hasanuddin yang bergelar "ayam jantan dari timur".
  • Kerajaan Mataram Islam; Puncak kejayaan pada masa Raja Sultan Agung Hanyokrokusumo.
  • Kerajaan Ternate dan Tidore; berada di Maluku, puncak kejayaan pada masa Sultan Baabullah.
  • Kerajaan Banjar; raja yang terkenalnya bernama Sultan Suryanullah yang memerintah pada tahun 1526-1545 M.

Peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia

Adapun peninggalan islam di Indonesia begitu banyak, hampir sama dengan peninggalan Hindu-Buddha, berikut ini yang bapak tampilkan hanya berupa peninggalan secara umumnya. Berikut peninggalannya berupa: kerajaan islam, masjid, keraton, makam, kaligrafi, babad, hikayat, suluk, syair, seni debus, rebana, sekaten dan grebeg maulid.

Nah...demikian ringkasan materi yang bisa bapak berikan, mudah-mudahan menjadi ilmu yang bermanfaat serta dapat menjawab soal ujian yang diberikan.

========================================================================================================

Kisi-kisi soal Ujian Kenaikan Kelas

Untuk ujian semester, berikut bapak tampilkan kisi-kisi soal ujian, tentunya kamu harus pelajari supaya dapat menjawab setiap soal yang diberikan nantinya. Untuk soal ujian IPS nanti, materi dimulai dari semester 2 (ekonomi dan sejarah). Materi semester 1 tidak dimasukkan. 25 soal tentang ekonomi, 25 soal tentang sejarah. Berikut kisi-kisinya:
  1. Asal mula istilah ekonomi beserta manfaat belajar ekonomi
  2. Faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi seseorang
  3. Penyebab terjadinya kelangkaan
  4. Apa itu produksi? dan bagaimana penerapannya bagi produsen, distributor dan konsumen?
  5. Apa itu perilaku konsumtif
  6. Faktor yang mempengaruhi permintaan
  7. Macam-macam jenis kebutuhan dan barang
  8. Apa saja tujuan dari adanya kewirausahaan?
  9. Bagaimana ciri dari zaman arkaekum dan mesozoikum?
  10. Sebutkan peninggalan zaman megalitikum beserta kegunaannya!
  11. Teori penyebaran hindu-buddha
  12. Bagaimana ciri dari tiap-tiap zaman batu?
  13. Lokasi fosil di daerah jawa
  14. Raja terkenal dari tiap-tiap kerajaan hindu-buddha di Indonesia
  15. Peninggalan kerajaan hindu-buddha
  16. Kerajaan Singhasari
  17. Wali songo dan cara penyebarannya
  18. Kerajaan samudera pasai
  19. kerajaan Demak
  20. Penyebaran islam dilakukan melalui kegiatan....dan....
****** SELAMAT BELAJAR ******

Materi PRA AKSARA Akhir...

Assalamu'alaikum Wr.Wb
Selamat pagi/siang/sore/malam...
Bagaimana kabar ananda sekalian? mudah-mudahan sehat selalu dan berada dalam perlindungan-Nya.
Pertemuan kali ini kita lanjutkan lagi membahas tentang sejarah pra-aksara. Oia, bapak juga ingin menyampaikan bahwasannya tgl 8 juni ini kita ulangan kenaikan kelas secara online. Khusus mapel IPS materi ujiannya dimulai dari pelajaran semester 2 (ekonomi dan sejarah), yang semester 1 tidak masuk. Oleh karena itu bapak berharap ananda sekalian membaca dan mempelajari terkhusus untuk materi sejarah ini. Untuk soal sejarahnya materi dimulai dari perkembangan masa pra aksara, perkembangan Hindu-Buddha, dan perkembangan Islam di Indonesia.
Mari kita lanjutkan materi berikutnya...


Jenis-jenis Manusia Purba di Indonesia. 

Dari hasil penelitian dan penemuan fosil, oleh para ahli purbakala manusia purba banyak di temukan di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Manusia purba pada masa lampau telah tinggal di beberapa daerah di Pulau Jawa diantaranya di Lembah Bengawan Solo (Jawa Tengah) dan di Lembah Sungai Brantas (Jawa Timur). Didaerah tersebut banyak di temukan fosil manusia purba. Di Indonesia terdapat beberapa jenis manusia purba diantaranya Meganthropus paleojavanicus, Pithacanthropus erectus, dan Homo (manusia purba modern).
  1. Meganthropus paleojavanicus. Meganthropus paleojavanicus artinya manusia purba yang besar dan tertua di Jawa. Manusia purba ini memiliki ciri tubuh yang kekar, diperkirakan sebagai manusia purba yang paling tua diantara manusia purba yang lain. Fosil manusia purba meganthropus paleojavanicus ditemukan dan diteliti oleh Dr.G.H.R. Von Koenigswald pada tahun 1936 dan 1941. Pertama kali fosil makhluk ini ditemukan di  Sangiran, daerah lembah Bengawan Solo, dekat Surakarta. Adapun ciri dari meganthropus paleojavanicus berbadan besar dengan rahang besar, kening menonjol, dan tulang tebal. Dari keadaan itu, maka makhluk Sangiran tersebut dinamakan Meganthropus Paleojavanicus (mega = besar, anthropos = manusia, paleo = purba/tua, javanicus = manusia jawa). Meganthropus hidup sekitar 2 juta tahun sebelum masehi dan hidup dengan makan tumbuh-tumbuhan. Makhluk tersebut termasuk jenis Homo Hobilis. 
  2. Pithacanthropus erectus. Pithacanthropus erectus artinya manusia kera yang berjalan tegak. Manusia purba ini memiliki ciri-ciri berbadan tegak, dan memiliki tinggi badan antara 165-180 cm. Pithacanthropus erectus merupakan manusia purba yang paling banyak di temukan di Indonesia diantaranya di Mojokerto, Kedungtrubus, Trinil, Sangiran, Sambung macan, dan Ngandong. Pertama kali di temukan oleh Eugene Dubois di Trinil dekat Sungai Bengawan Solo, Surakarta, tahun 1891.
  3. Homo. Homo berarti manusia. Manusia purba jenis ini memiliki ciri yang lebih sempurna di bandingkan dengan Meganthropus paleojavanicus dan Pithecantropus erectus. Beberapa jenis homo yang di temukan di Indonesia antara lain. 
  • Homo Soloensis, artinya manusia dari Solo. Ditemukan pada tahun 1931-1934, oleh Ter Haar dan Ir. Oppenorth di Ngandong, Lembah Sungai Bengawan Solo. Ciri-ciri Homo Soloensis yaitu berjalan tegak dengan tinggi badan 180 cm, tengkoraknya lebih besar dari Pithacantropus erectus. 
  • Homo Wajakensis, artinya manusia dari Wajak. Ditemukan pada tahun 1889, olah Van Reitschoten di Wajak, Tulungagung, Jawa Timur. Ciri-ciri Homo Soloensis yaitu berjalan tegak dengan tinggi badan 130-210 cm, tengkoraknya lebih bulat muka tidak terlalu menjorok ke depan, dan telah memiliki kemampuan membuat peralatan dari batu, tulang dan kayu. 
  • Homo Sapiens, artinya manusia cerdas. Merupakan generasi terakhir dari manusia purba. Homo sapiens hidup di Zaman Holosen sekitar 4000 tahun yang lalu. Memiliki ciri-ciri fisik yang sudah hampir sama dengan manusia modern saat ini.


Periode masa Pra Aksara Berdasarkan Hasil Budaya

1. Zaman Batu (lithikum)
a.     Zaman Batu Tua (Paleolithicum), ciri-cirinya:
Peralatannya terbuat dari batu yang masih kasar
Alat yang digunakan terbuat dari tulang dan alat serpih
Manusianya Pithecanthropus Erectus masih hidup secara nomaden (berpindah-pindah)
Hidup dengan berburu dan meramu.
Kebudayaan Pacitan dan Ngandong
   Pacitan     = menurut Von Koenigswald pada th. 1935 menemukan alat-alat
batu berupa kapak genggam. Alat Pacitan disebut dengan chopper (alat penetak)
    Ngandong  = alat yang terbuat dari tulang atau tanduk binatang
b.    Zaman Batu Madya/Pertengahan (Mesolithicum)
- Peralatan dibuat dari batu yang mulai dihaluskan
Alatnya berupa kapak Sumatera
- Bertempat tinggal di gua semi nomaden
- Sudah mengenal seni yaitu: ditemukannya lukisan hewan dan cap tangan berwarna merah
Sudah mengenal kepercayaan 
Hasil budaya berupa Kjokkenmodinger (tumpukan kerang) dan Abrissous roche (gua tempat tinggal)
c.     Zaman Batu Muda/Baru (Neolithicum)
Peralatan dibuat dari batu yang sudah di haluskan
Alat yang digunakan kapak lonjong dan persegi
Manusianya jenis Homo dan hidup sudah menetap dan berkelompok
Mengenal bercocok tanam, bersawah, dan berladang.
Menganut kepercayaan animisme dan dinamisme
Hasil budaya berupa kapak lonjong dan persegi.

d.    Zaman Batu Besar (Megalithicum)
Batu yang digunakan berukuran besar
Peninggalannya berdasarkan kepercayaan:yaitu: Menhir, Dolmen, Waruga, Sarkofagus, Punden Berundak, Arca 
2.    Zaman Logam
a.     Zaman Perunggu
        Teknik pembuatan barang-barang dari perunggu ada 2 yaitu:
   Teknik a cire perdue  = teknik cetak hilang
   Teknik bivalve           = teknik cetak ulang
  Adapun barang peninggalannya yaitu: Nekara, Moko, Kapak corong, Arca.
b.    Zaman Besi
  Peninggalannya berupa: Mata panah dan Mata tombak

Sistem Kepercayaan Manusia Purba

Pada Masa Praaksara Seiring dengan perkembangan kemampuan berfikir, manusia purba mulai mengenal kepercayaan terhadap kekuatan-kekuatan lain di luar dirinya. Untuk menjalankan kepercayaan yang diyakininya manusia purba melakukan berbagai upacara dan ritual. Sistem kepercayaan yang dianut manusia pada masa prakasara atau masa prasejarah antara lain animisme, dinamisme dan totemisme
a. Animisme, adalah percaya pada roh nenek moyang maupun roh-roh lain yang mempengaruhi kehidupan mereka. Upaya yang dilakukan agar roh-roh tersebut tidak mengganggu adalah dengan memberikan sesaji. 

b. Dinamisme, adalah percaya pada kekuatan alam dan benda-benda yang memiliki gaib. Manusia purba melakukanya dengan menyembah batu atau pohon besar, gunung, laut, gua, keris, azimat, dan patung. 

c. Totemisme, adalah percaya pada binatang yang dinganggap suci dan memiliki kekuatan. Dalam melakukan upacara ritual pemujaan manusia purba membutuhkan sarana, dengan membangun bangunan dari batu yang dipahat dengan ukuran yang besar. Masa ini disebut sebagai kebudayaan Megalitikum (kebudayaan batu besar).